Cerita Waktu
Cerita Waktu
Karya
: Stefanus Ragil S.A
SMA
Virgo Fidelis Bawen
Namaku
Stefanus Ragil Setya Atmaja aku anak ketiga dari tiga bersaudara, orang – orang
biasa memanggilku Ragil. Aku lahir di Ungaran, 21 Desember 2003 dan aku
dilahirkan dari keluarga yang cukup mampu. Ayahku seorang pegawai di suatu
perusahaan, dan Ibu memiliki toko plastik. Aku sangat bersyukur dilahirkan dari
keluarga yang cukup mampu, karena masa kecilku sangat bahagia karena aku sering
dibelikan mainan oleh orang tuaku. Setiap orang memiliki perjalanan hidup, baik
yang menyenangkan maupun yang menyedihkan begitu juga dengan aku. Aku memiliki
perjalanan hidup yang cukup menyenangkan. “semua orang pasti memiliki cerita
yang mengesankan” begitulah kata idolaku.
Aku
memulai perjalanan hidupku saat aku duduk di bangku TK saat itulah aku mulai
menemukan banyak teman dan mengenal hal – hal baru dalam hidupku. Saat duduk di
bangku TK aku menjadi anak yang aktif, aku paling suka dengan pelajaran
komputer karena dalam pelajaran komputer aku bisa bermain hamster ball. Saat di
TK aku juga terkenal dengan kenakalanku semua itu berawal ketika aku membawa
bekal berupa sosis dan ku letakan di atas meja, Saat itu bentuk meja berhadap –
hadapan sehingga serasa di meja makan ketika itu teman yang ada didepanku
mengambil sosis yang aku bawa spontan langsung aku gigit jarinya kemudian ia
langsung nangis dan melapor kepada guruku lalu aku dimarahi oleh guruku karena
aku sangat nakal.
Selang
waktu 2 minggu kami ada pelajaran berenang karena waktu itu TK kami lumayan
kaya sehingga ada kolam renang panjangnya sekitar 8 x 3 meter. Ketika sudah
masuk kolam renang layaknya anak kecil yaitu gembira, saking gembiranya aku
tanpa sadar aku mendorong temanku dari atas kolam renang yang masih menggunakan
seragam, karena kolamnya lumayan dalam sekitar hampir 1 meter temanku hampir
kelelep karena tidak berenang kemudian aku dimarahi kembali oleh guru yang sama
jadi dalam satu bulan aku telah mecelakakan 2 orang. Saat di TK hanya 2 hal itu
saja yang menarik bagiku yang lainnya menurutku bisa saja.
Kemudian
ketika aku umur 7 tahun aku duduk di bangku SD saat itu SD ku satu komplek
dengan TK ku karena mereka satu yayasan. Di bangku SD aku mulai mengenal banyak
teman baru yang lebih menyenangkan dan aku mulai suka kepada lawan jenis,
hahahahah hebat bukan ?. Ya aku mulai suka kepada seseorang ketika kelas 2 saat
itu ada orang pindahan yang bernama Daby dari Semarang saat pertama kali
berkenalan aku langsung suka tetapi saat itu aku tidak berani mengungkapkan
kesukaan ku kepada dia karena mengingat aku masih SD dan aku takut di bully
oleh teman – temanku karena sebelumnya ada seorang temanku yang sudah mulai
mengenal berpacaran, lalu kedua orang tersebut di bully oleh semua temanku dan
mungkin ia bisa terkena tekanan mental, wajarlah saat itu kami tidak tahu apa
yang namanya bullying. Selama 1 tahun aku masih suka kepadanya entah apa yang
aku pikirkan saat itu.
Saat
kelas 3 aku mulai menemukan teman dekatku yang bernama Deva ia memiliki prbadi
yang berbeda 360 derajat denganku dia sangatlah pendiam, pintar dan selalu
rangking dan sedangkan aku orang yang sangat aktif dan usil serta aku hanyalah
murid yang biasa – biasa saja, dan tidak perah rangking, tetapi ketika aku
ngobrol dengannya aku merasa cocok.
Setelah
2 hari kita dekat tiba – tiba ia bilang bahwa ia suka dengan orang yang aku
suka dan dia bercerita juga bahwa dia telah SMS-an dengan Daby menggunakan hp
orang tua mereka saat itu juga aku langsung merasa sedih karena temanku juga
suka dengan orang yang aku sukai. Tetapi hal itu sudah aku lupakan sejak itu
juga. Selang 2 hari aku diberi tahu bahwa Deva ingin mengajaku kerumahnya untuk
bermainan PS, kebetulan jarak rumah kami tidak terlalu jauh sekitar 3 km
sesampainya di Rumah Deva aku cukup senang karena tidak sabar untuk bermain PS
kemudian selama kami main PS ada cerita yang menarik karena saat kita sedang
asik bermain PS Ayah deva sedang meminum minuman soda sekitar 3 botol yang ia
habiskan langsung saat itu aku kaget melihatnya karena ada orang yang meminum 3
botol minuman soda sekaligus saat itu juga aku merasa bahwa ayah Deva sangat
keren karena menghabiskan 3 botol minuman soda sekaigus. Tetapi selang 10 menit
Ayah Deva bolak balik masuk kamar mandi untuk BAB sekitar 7 kali bolak balik
kamar mandi.
Kemudian
selang 5 menit Ibu Deva marah besar kepada Ayah Deva karena ia sudah dilarang
untuk meminum minuman soda karena ada masalah pencernaan tetapi ayah Deva masih
aja melanggarnya sehingga ada masalah pencernaan dan langsung dimarahi oleh
istrinya dan itulah salah satu momen terkocak yang pertama kali aku lihat.
Kemudian semakin lama persahabatan kita mulai erat karena dari kelas 3 sampai
kelas 6 kita satu kelas dan kita juga selalu duduk bersebelahan. Tak lama
kemudian merupakan hari kelulusan dimana aku harus berpisah dengan sahabatku.
Ia memilih di SMP 2 Ungaran sedangkan aku masih satu komplek dengan SD ku yaitu
SMP Mardi Rahayu.
Pertama
kali masuk SMP aku mulai mengenal banyak teman baru dan saat itulah aku
mempunyai keinginan untuk mempunyai teman lebih banyak daripada sebelumnya.
Saat SMP dari kelas 7, 8, 9 aku selalu masuk 10 besar, ya saat pertama kali aku
senang sekali mendapatkan rangking pertama kali tetapi seterusnya aku merasa
biasa saja. Saat SMP lah aku mulai melakukan hal – hal jahil yang sangat
beresiko besar bagi orang lain. Hal ini terjadi berawal dari kelas 7. Saat itu
aku baru masuk sekolah selama 1 bulan tetapi aku sudah membuat ulah yang sangat
aku sesali karena kejahilanku. Saat itu temanku (kebetulan ia sangat di sayangi
dengan orang satu kelas termasuk aku, karena dia baik sekali dan pintar.)
sedang menghapus papan tulis dan berdiri di atas papan yang disediakan untuk
menulis dan mengahpus di papan tulis. Tak tau apa yang kupikirkan tiba – tiba aku
menendang papan tersebut dari samping sehingga membuat temanku jatuh dan saat
itu juga temanku langsung menangis tanpa henti. Lalu ia dibawa ke UKS untuk
melalkukan pertolongan pertama. Ternyata tulang yang terdapat pada lututnya
menggeser dan saat aku mengetahuinya aku sangat menyesal karena telah menjadi
orang yang paling Bodoh di dunia ini, aku juga sangat malu dengan teman –
temanku karena aku telah mencelakai salah satu orang yang paling disayang
dikelas. Setelah kejadian itu aku juga berpikiran untuk pindah sekolah ternyata
tak semudah itu untuk pindah sekolah karena jika aku pindah sekolah uang gedung
tidak bisa dikembalikan.
Selang
berjalannya waktu hubunganku dengan teman sekelasku mulai membaik dan teman
yang kucelakakan tersebut sudah sembuh karena sudap dipijat oleh tukang pijat. Dan
saat teman – temanku sudah terbuka denganku aku pun juga mulai terbuka dan saat
itu juga aku sangat bersyukur karena teman – temanku telah menerimaku sebagai
seorang teman lagi. Dan setelah kejadian itu aku tidak berani untuk membuat
ulah lagi di sekolah. Selang waktu satu tahun kami pun naik ke kelas dua SMP. Di
kelas dua ini aku diacak lagi oleh teman sekelasku yang lama dan mendapatkan
banyak teman baru. Dan saat di kelas dua pun aku mempunyai pengalaman yang
sangat unik dan memalukan, hehehehe.
Cerita
tersebut berawal saat aku ingin pulang sekolah dengan dua temanku ia bernama
Yudha dan Alvin kedua orang tersebut juga merupakan orang yang baik karena
senantiasa menemaniku dalam perjalanan pulang wkwkwkk. Saat itu aku mencari
angkot di seberang sekolah bersama dua orang tersebut. Sekitar lima menit kita
pun mendapatkan angkot saatnya kita naik untuk perjalanan pulang. Saat itu
tujuan kita hanya sampai Gang Kampus Undaris. Ketika naik angkot aku duduk
berada di depan pintu angkot karena aku pengen terkena angin. Sebelumnya aku
sudah diingatkan oleh supir angkot untuk jangan duduk di pintu angkot persis
karena membahayakan. Tetapi aku tidak menggubrisnya dan benar ketika angkot
melaju sangat kencang dan melewati depan Gubug Makan Mang Engking aku pun
hampir terjatuh ke aspal dan sangat tipis sekali dengan aspal.
Untung
saja tasku masih dipegang dengan erat oleh Yudha dan Alvin saat itu rasanya seperti
Superman karena bisa bergelantungan di angkot lepas tangan, hehehe. Dan posisi
tersebut aku pertahankan selama 1 menit karena saat supir angkot diberitahu
oleh penumpang lainnya ia tidak dengar dan kemudia supir menghentika angkot
lalu sialnya Alvin dan Yudha melepaskan tangannya danga tasku sehingga aku
jatuh ke aspal dan baju ku pun robek dan sangat kotor karena saat itu aspal
sedang basah karena habis terguyur hujan. Ketika itu juga aku ditertawakan oleh
semua orang yang berada di dalam angkot dan aku pun sangat malu dan menahan
ketawa karena ulahku sendiri.
Keesokan
harinya berita tentang aku yang hampir jatuh dari angkot telah menyebar di
Sekolah karena ulah Alvin si mulut rusak. Ya ia menceritakan kejadian itu oleh
semua angkatan serta guru. Saat itu juga aku menjadi trendi topik di sekolah
dan ketika itu juga banyak orang yang mewawancaraiku untuk menceritakan
kejadian konyol tersebut. Awalnya aku sangat malu karena kejadian tersebut bisa
menyebar di sekolah, tetapi saat itu juga bersyukur karena bisa mengibur banyak
orang karena kelakuanku, ada juga sampai menangis karena telalu banyak
menertawaiku.
Tak
lama kemudian aku sudah naik ke kelas sembilan. Seperti biasa setiap kenaikan
kelas kelas selalu diacak sehingga kita bisa saling bergaul dengan banyak
orang. Mulai dari kelas sembilan lah aku sudah menemukan teman yang dekat ia
bernama Zidan seorang laki – laki berumur 15 tahun saat itu dia berumur lebih
tua satu tahun dari aku. Dia merupakan orang yang baik dan ramah kepada semua
orang. Dia bisa dibilang menjadi sahabatku karena jika aku ada masalah internal
dia pasti memberiku jalan keluar yang ujung – ujungnya hanya bercanda. Tapi menurutku
itu cukup menghibur karena dia berusaha untuk menghiburku. Selepas dari itu
kami pun juga sering main bersama dan mengerjakan PR bersama. Kebetulan ia
tinggal dengan neneknya karena ia korban broken home. Sejak aku tahu bahwa dia
korban broken home maka aku semakin dekat dengan dia karena setiap ada masalah
ia sering cerita denganku, walaupun aku tidak memberi solusi karena akau juga
bingung, hahahaha. Selepas dari itu kegiatan di awal semester satu kelas kami
sangat nyaman dan tentram tanpa terjadi ulah dari para siswa termasuk aku.
Memasuki
PTS semester satu kelas kami kedatangan murid baru yang bernama Devon Xavier
Zarek. Ia merupakan siswa pindahan dari SMP Maria Goreti Semarang. Dilihat dari
namanya saja sudah kelihatan bahwa ia merupakan keturunan dari luar negeri,
tepatnya di Belanda. Awal dia masuk sekolah dia tampak ramah serta pendiam. Kebetulan
dia duduk satu meja denganku saat pertama kali masuk sekolah. Awalnya aku
dengan beberapa temanku menanyakan dia dengan bahasa Indonesia. Setelah istirahat
pertama ia sudah mulai akrab dengan teman – temanku serta aku. Tapi lama –
kelamaan ia malah mengeluarkan sikap anehnya seperti menjilat tanganku, bermain
air liur, dsb. Dan aku pun mulai jijik dengannya lalu aku minta pindah untuk
duduk sendiri.
Keesokan
harinya sifat asli Devon sudah keluar yang awalnya aku kira tidak bisa bahasa
jawa ternyata ia sangat lancar dalam berbahasa jawa dan ia menjelaskan juga
bahwa kemarin soal main air liur dia hanya becanda ternyata itu air putih yang
dimasukan dalam semprotan, tapi saat menjilat tanganku itu bener sih.
Hari
kedua di sekolah sikap Devon semakin terlihat. Ternyata dia anak yang royal dan
kebetulan dia cucu dari orang terkenal di Ngaliyan Semarang. Dan karena dia
juga aku juga mempunyai sahabat baru yaitu Angga, Dimas, Yehuda (anak nakal
yang dikelas. Wkkwkwkwk). Setiap istirahat kami selalu ber lima ditambah dengan
Zidan. Dan kagetnya lagi setiap kai ambil makanan selalu dibayari oleh dia. Sehingga
saat itu kami kaget karena se Royal itu dengan orang yang barusan dikenalnya. Dan
yang sebelumnya kami mengira anak ini bias – biasa saja ternyata tidak. Dari devonlah
kami berenam bisa merasakan pertam kali merokok, nonton balapan, dan mabuk –
mabukan. Dan disitulah kami menjadi terjerumus kedalam hal – hal tersebut. Ketika
itulah kami terjadi banyak masalah disekolah.
Awal
mulanya ketika senam kita berenam kebetulan baris bersebelahn dan di paling
belakang. Karena menurut kami senam tersebut tidak seru maka ada inisiatif
jelek dari salah satu teman kami untuk tidak mengikuti senam dan melakukan hal –
hal jahil. Saat itu kami berinisiatif untuk melempari kerikil kecil – kecil kepada
orang yang di depan kami. Lemparan pertama sampai kelima berjalan dengan mulus
smpai mendarat di kepala oramng, hahaha jangan dicontoh ya. Hingga lemparan
keenam kena kepala orang dan kebetulan orang tersebut melihat kami sehingga
korban bergegas melapor pada wali kelas kami dan sehabis senam kami berenam
dipanggil diruang kesiswaan dan dimintai tanggung jawab untuk meminta maaf
kepada korban yang terkena batu yang kami lemparkan dan kami juga mendapat
sanksi tambahan berupa memmunguti sampah yang berada di sekitar sekolah.
Masalh
kedua terjadi ketika kami mengikuti ekskul renang. Kebetulan ekskul kami sama,
hal ini terjadi ketika kami sedang berganti baju untuk berenang kami pun iseng
utnuk meloncat dari atas genting. Kebetulan ruang ganti kami berad diatas kolam
renang persis sehingga kami bisa loncat dari atas dengan ketinggian yang cukup
tinggi. Sebelumnya seluruh peserta ekskul renang sudah diberitahu jika loncat
dari ruang ganti akan mendapatkan sanksi berat. Tetapi kami tidak menghiraukan
hal tersebut dan sampai akhirnya ketika guru ekskul sedang berada di kolam yang
lainnya untuk melakukan pengawasan keapada peserta lain kami pun mulai beraksi
loncat dari atas genting dan rencana itu berjalan mulus.
Tapi
sialnya ada anak perempuan yang melihat aksi kami dan ia langsung melaporkan
kejadian tersebut kepada guru ekskul kami. Dan kami berenam langsung disidang
ditempat dan guru kami marah besar. Yang membuat kami kaget adalah ketika kami
berenam dikeluarkan dari ekskul renang karena ulah kami. Yang kami kira ketika
melanggar peraturan tersebut kami hanya diberi sanksi membersihkan kolam renang
tetapi malah lebih parah, wkkwkwkwkwk.
Setelah
seminggu dari kejadian tersebut kami melakukan kesalahan lagi. Ya, kami berenam
mengendarai motor ke Sekolah. Ya kami sempat mengendarai motor ke sekolah
sebanyak 5 kali dan itu parkir dibelakang sekolah. Dan besoknya kami pun
mengendarai motor kesekolah lagi tetapi kami parkir di gereja. Dimana kami kira
parkir di gereja diizinkan oleh pihak gereja ternyata tidak. Kebetulan sekolah
kami berdekatan dengan Gereja. Dan ternyata siang harinya Romo yang berada di
paroi tersebut telpon ke sekolah kami dan mengatakan bahwa ada 6 siswa yang
parkir di Gereja, dan saat itulah kami di panggil ke Perpustakaan untuk
disidang oleh beberapa guru.
Disitulah
pertama kali aku dan teman – temanku melihat Wali Kelas kami yang tadinya hanya
menasihati kami ternyata dalam masalah ini dia marah besar dengan kami berenam,
dan ia merasa sangt kecewa dengan kami sampai dia menggebrak meja perpustakaan
sehingga membuat penjaga perpustakaan kaget. Setelah maslah itu terjadi motor
kami ditahan disekolah dan untuk
mengambilnya kami harus memberi tahu orang tua kami. Dan saat giliranku memberi
tahu bahwa motor kami di tahan ayahku marah besar dan tidak mau mengurusi
masalah itu. Sesampainya di rumah yang aku kira ayahku sudah tidak marah
denganku, ternyata ia malah tambah marah dan aku pun merasa sangat bersalah. Kenbetulan
saat itu sedang mendekati UN.
Keesokan
harinya kami berenam diskors selama seminggu dengan cara melakukan KBM di
perpustakaan selama seminggu dan membuat refleksi diri. Dan kebetulan juga
motorku yang palin lama menginap disekolah selama seminggu karena akukesusahan
membujuk ayahku, wkwkwk.
Setelah
masalah itu selesai kami berenam juga berjanji ingin berhenti membuat masalah. Tetapi
itu mungkin belum mempan denganku, ternyata aku masih membuat masalah dengan
latar belakang saat aku berjalan dengan sengaja aku dan dua temanku menginjak
kaki teman perempuanku yang tidak begitu keras dan ternyata dia menangis. Dan kami
pun langsung meminta maaf dengannya. Yang aku kira masalah sudah selesai karena
aku sudah minta maaf. Ternyata kami bertiga dimarahi oleh orang tuanya di Grup
Kelas yang menurutku itu merupakan tindakan yang memalukan. Semenjak itu juga
wali kelasku tahu masalah ini.
Keesokan
harinya kami bertiga dipanggil lagi di perpustakaan dan kami dimintai
pertanggung jawaban. Yang kami kira hanya minta maaf dengan orang tuanya
ternyata korban dan sekeluarga melakukan drama yang membuat kami bertiga sangat
kesal. Karena kakinya diperban. Padahal setau kami kakinya tidak lecet sama
sekali karena tertutup dengan sepatu. Dan kami bertiga pun disidang oleh orang
tuanya langsung dengan guru BK kami. Dengan alasan Anak kami mentalnya kena. Kami
bertiga pun membuat perjanjian bahwa kami tidak akan membuat ulah lagi.
Di
hari berikutnya karena teman satu kelas tahu bahwa itu hanya drama. Korban menjadi
bahan omongan selama satu minggu dan itu membuat teman sekelasku menjadi
jengkel, wkwkwkwkwk.
Tak
terasa kami pun lulus dengan hasil yang biasa – biasa saja karena ya emang
nilai kami biasa saja, bahkan cenderung jelek. Wkwkwkwk.
Setelah
libur panjang kelulusan aku pun menentukan untuk memilih sekolah dan saat itu
aku ingin masuk ke SMAN 2 Ungaran. Ternyata aku tersingkirkan oleh siswa yang
membuat SKTM. Aku dan keluargaku memutuskan untuk memilih sekolah swasta. Awalnya
aku ining masuk Sekolah Kejuruan (SMK) saat itu aku ingin masuk KARANG PANAS
kebetulan kakaku merupakan alumni sana dan teman – temanku kebanyakan masuk
sana.
Tetapi
Orangtuaku tidak setuju dan menyuruhku untuk masuk ke Don Bosco setelah aku
melihat uang gedung dan SPP nya aku kaget dan langsung tidak tertarik lagi
untuk masuk kesana padahal Orangtuaku memaksaku untuk masuk kesana tetapi aku
merasa kasihan kepada Orangtuaku karena mereka sudah tua juga.
Keesokan
harinya ada teman ibuku yang belanja di toko Ibuku dan kebetulan juga Ibuku
bercerita tentang aku dan merekomendasikan untuk sekolah di SMA VIRGO. Dan besoknya
aku langsung disuruh mendaftar dan kebetulan juga aku diterima disana.
Awal
masuk SMA aku merasa kebingungan karena aku berpisah dengan keenam temanku. Karena
mereka berpencar dalam mencari sekolah. Yang awalnya hanya aku sendiri yang
masuk ke SMA ViRGO ternyata aku memiliki barengan 3 orang yaitu Putra dan Shasa
kebetulan kami berteman dari SD, dan SMP.
Saat
itu aku senang karena aku memiliki barengan yang masuk di sekolah yang sama.
Saat MPLS aku melihat banyak orang yang berbeda – beda dan aku sangat senang
karena aku akan mempunyai teman baru lagi.
Berjalannya
waktu aku mulai pelan – pelan merubah sikapku dari yang kekanak – kanakan sekali
menjadi orang yang beranjak Dewasa ke dewasa. Perjalanan kelas 10 berjalan
dengan kurang lancar. Karena saat itu aku mempunyai masalah percintaan dengan
temanku sehingga aku dibenci oleh temanku karena aku dikira suka dengan
pacarnya. Berjalannya waktu semua itu mulai termaafkan karena menrutku “Peperangan
Keluarga itu merupakan peperangan yang tidak harus dimenangkan” kenapa keluarga
?? karena semua orang yang sudah ku anggap teman merupakan bagian dari
keluargaku.
Pada
saat kelas 11 kebetulan kami dijadikan satu oleh orang yang pernah bermasalah
denganku dan betul ternyata dikelas 11 ini kami bisa bersatu lagi seperti
semula.
Aku
sering dianggap orang yang sangat jahil di kelas maupun sekolah. Tetapi semata –
mata aku melakukan hal tersebut hanya untuk menghibur teman – temanku yang
sedang susah maupun suntuk. Walaupun ada yang menerimanya dengan senang dan
adapun yang menerimanya dengan benci sampai – sampai banyak teman yang benci
denganku karena kejahilanku dan sikap sangat dewasa sekali ini (antonim)
wkwkwkwkw.
Dan
tak terasa kini aku sudah di kelas 12 dimana setelah itu kita harus menentukan
pilihan hidup kita dimana kita harus bekerja maupun kuliah. Dan fase inilah aku
menyesal karena aku pernah menyia – nyiakan sesuatu yang membuat banyak orang
kecewa kepadaku. Dan saat inilah aku ingin meminta maaf kepada orang yang
pernah aku sakiti ,aupun aku bully semog kita semua kelak menjadi orang yang
berhasil dihidup kita masing – masing.
Komentar
Posting Komentar